Penyebab Kontraktor sering Rugi

kontraktorIstilah kontraktor tentunya bukan hal asing untuk didengar. Profesi sebagai tersebut termasuk salah satu profesi yang cukup membanggakan karena memiliki kemampuan untuk membantu seseorang dalam mendirikan suatu bangunan, baik itu rumah, apartemen, maupun proyek lain supaya dapat berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari tugas-tugas yang diemban, yakni bukan hanya sebagai membantu mendesain bangunan melainkan juga mengangarkan biaya, memilih material yang berkualitas, sampai memperkirakan waktu tempuh pendirian bangunan.

Tentu saja, tidak semua orang bisa melakoni profesi tersebut karena membutuhkan keahlian dan keuletan dalam menjalaninya. Namun demikian, seorang kontraktor juga kerap kali mengalami kerugian. Mengapa? Simak uraian berikut untuk menemukan jawabannya:

Bangunan terhantam bencana

Fenomena alam yang datang tanpa diduga seperti gempa dan angin puting beliung kerap kali menyebabkan bangunan roboh, termasuk bangunan yang baru didirikan. Bahkan bangunan tersebut bisa hancur hanya dalam sekejap. Bahkan, ada kalanya bangunan hampir selesai fenomena alam malah terjadi. Hal inilah yang sering kali dialami oleh para kontraktor ketika mendirikan sebuah bangunan sehingga menyebabkan mereka mengalami kerugian, baik itu tenaga, waktu, maupun uang. Ingat, kita tidak pernah tahu kapan dan di mana datangnya fenomena alam yang terjadi. Terlebih lagi bila lokasi bangunan terletak di daerah yang rawan gempa atau longsor, hal ini kemungkinan bisa menjadi penyebab besar dalam masalah ini.

Harga bahan bangunan meningkat melebihi target

Yang juga menjadi penyebab kontraktor rentan mengalami kerugian ialah harga bahan bangunan yang meningkat secara drastis. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan akan bahan bangunan cenderung bertambah karena pembangunan kian meningkat. Bahkan, produksi bahan bangunan yang relatif lebih maksimal dibandingkan sebelumnya juga menjadi pemicu masalah ini. Meskipun harga bahan bangunan meningkat dalam jumlah yang sedikit, akan tetapi bisa membuat keuangan jadi kacau terlebih membeli dalam jumlah banyak. Misal, harga bahan bangunan beton ulir yang berukuran 12,8 mm sebelumnya bernilai kurang lebih 103 ribu rupiah. Menjelang beberapa hari kemudian harga besi beton meningkat menjadi 105 ribu rupiah.

Dalam hal ini, harga bahan bangunan yang meningkat tanpa perkiraan sebelumnya jelas akan menyebabkan kontraktor rugi karena mereka harus konsisten dan bertanggungjawab atas pendirian bangunan dengan sumber pendanaan yang terbatas. Dengan kata lain, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan biaya untuk menutupi kekurangan tersebut.

Rentan salah perhitungan jumlah bahan

Secara umum jumlah bahan bangunan yang bakal digunakan sudah diperkirakan sebelumnya. Akan tetapi, tidak dapat dipastikan bahwa semuanya benar. Artinya, kesalahan perhitungan juga rentan dialami sehingga menyebabkan kontraktor rugi. Contoh, untuk membangun sebuah rumah dengan panjang bangunan 20 m dan tinggi 3 m, dalam hal ini bata yang digunakan berjumlah 4800 buah. Namun pada saat kontraktor menghitung terjadi kekeliruan yang menyebabkan kontraktor merugi sehingga bata yang digunakan jumlahnya kurang akibatnya kontraktor harus menutupi kekurangan tersebut agar pembangunan bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Itulah berbagai hal yang menjadi penyebab umum kontraktor sering rugi dalam profesinya. Namun, yang namanya profesi tentu ada resiko. Oleh karena itu, jika Anda berminat untuk menjadi seorang kontraktor ada baiknya pertimbangkan secara matang. Jika memang berminat, disarankan untuk menggali pengetahuan lebih maksimal misal di perguruan tinggi dan belajar banyak dari kontraktor yang profesional.